Buruknya Mutu Rehabilitasi SD 38 Jambi Kecil, Lemahnya Pengawasan Dinas Pendidikan Muaro Jambi Disorot
MUARO JAMBI – Proyek rehabilitasi ruang kelas di SD 38 Jambi Kecil, Kabupaten Muaro Jambi, menuai kritik tajam. Meski baru saja dinyatakan rampung pada Desember 2025 lalu, kondisi bangunan saat ini sudah sangat memprihatinkan. Belum genap sebulan serah terima, "dek mulai mengelupas", menunjukkan buruknya kualitas pengerjaan.
Kondisi ini memicu dugaan adanya kualitas material yang rendah serta lemahnya pengawasan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi. Padahal, anggaran yang dikucurkan untuk proyek rehabilitasi ini tergolong besar, yakni mencapai Rp398 juta.
Selain masalah kaca pecah dan kunsen yang rusak tidak di ganti dan dek mulai mengelupas.
poin yang paling disoroti adalah keberadaan kusen jendela yang sudah rusak dan kaca yang pecah namun tidak tersentuh perbaikan sama sekali. Ironisnya, saat dikonfirmasi, pihak Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan Muaro Jambi justru memberikan pernyataan yang mengejutkan dengan menyebutkan bahwa komponen vital seperti kaca dan kusen jendela tersebut memang tidak masuk dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
"Sangat tidak wajar. Anggaran hampir 400 juta, tapi hasilnya asal-asalan. Masa baru selesai bulan Desember, sekarang dek mulai mengelupas , Belum lagi jendela rusak dan kaca pecah dibiarkan. Ini jelas rehabilitasi yang tidak beres," ujar salah satu warga dengan nada kecewa.
Ketidakwajaran ini memicu dugaan bahwa perencanaan proyek dilakukan tanpa memperhitungkan kelaikan fungsi sekolah. Secara teknis, setiap rehabilitasi ruang kelas seharusnya mencakup perbaikan fasilitas dasar agar aman bagi siswa. Pernyataan Kabid SD yang menyebut kusen dan kaca tidak masuk RAB justru memperkuat kecurigaan publik adanya indikasi pengalihan dana atau penggelembungan harga pada item lain yang tidak terlihat.
Masyarakat mendesak Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi dan pihak terkait untuk segera melakukan audit investigasi terhadap proyek ini. Lemahnya pengawasan dinas dianggap menjadi penyebab utama kontraktor bekerja tanpa memperhatikan standar mutu, sehingga merugikan keuangan negara dan dunia pendidikan di Muaro Jambi.
Pada saat menghubungi kepala dinas pendidikan ia cuma menjawab besok kabid sd dan penyedia akan melakukan pengecekan dan perbaikan dan tidak menjawab mengenai kualitas yang di pertanyakan.

Social Plugin